Sabtu, 04 April 2009

Tagana Surabaya sebuah organisasi sosial yang terbentuk di Surabaya pada 23 Juli 2004, yang bertujuan membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana dimanapun dan kapanpun dengan semboyan one command, one corp dan one rulle. Tulus, ikhlas dan tanpa pamrih itulah yang di tekankan kepada setiap anggota Tagana menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan persaudaraan demi terciptanya lingkungan yang nyaman dan selalu berjuang untuk terus maju memperbaiki diri dan organisasi demi kepentingan bersama-sama.
Untuk menunjukkan eksistensinya Tagana kota Surabaya siap membantu dimanapun terjadi bencana dengan ikhlas tanpa memungut biaya berusaha membantu sekuat tenaga dan sesuai porsinya.

Latar belakang terbentuknya Tagana adalah :
  • perubahan paradigma penanggulangan bencana dunia dari fatalistik responsif menjadi preventif pro-aktif .
  • Eskalasi,besaran,jenis dan bentuk serta akibat bencana di indonesia terus meningkat .
  • Tatanan penanggulangan bencana di indonesia relatif belum sistematis dan "integrated" terbukti :
  1. belum satu komando
  2. belum ada aturan baku
  3. belum ada satuan atau korps yang "Estabilish"
  4. kurangnya profesionalisme personel penanggulangan bencana
  5. ego sektoral
  6. kurang berfungsinya sistem informasi dan komunikasi penanggulangan bencana
  • Sejak berlakunya UU no.22 tahun 1999 tentang otonomi daerah ,praktis hampir seluruh tatanan penanggulangan bencana di Indonesia mengalami perubahan dramatis termasuk hilangnya kekuatan dan potensi satuan-satuan penanggulangan bencana yang selama ini menjadi "ujung tombak" dalam penanggulangan bencana.
  • Kurangnya pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam penaggulangan bencana secara profesional dan terpadu.
  • Kuatnya dukungan masyarakat untuk membentuk satuan-satuan penanggulangan bencana di desa/kelurahan yang terlatih.
Tujuan dibentuknya Tagana yaitu untuk meberikan motivasi kepada setiap elemen masyarakat khususnya Karang Taruna Indonesia untuk peduli dan aktif dalam penanggulangan bencana. Menyiapkan masyarakat yang terlatih dalam penanggulangan bencana serta membangun kesiap siagaan masyarakat untuk menghadapi bencana yang akan datang.

PERAN TAGANA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

1. KEBIJAKAN


UMUM
  1. meningkatkan efektifitas dan kualitas pelayanan penanggulangan bencana
  2. meningkatkan peran aktif masyarakat
  3. memberdayakan masyarakat
  4. memperkuat dukunagn masyarakat terlatih
  5. mengurangi resiko dan dampak bencana
TEKNIS
  1. penanggulangan bencana bantuan sosial pada koraban bencana
  2. pemantapan kemampuan personel dan masyarakat
  3. pemantapan sistem informasi dan komunikasi
  4. aplikasi penggunaan peralatan penanggulangan bencana
  5. memperkuat dan memperluas kerjasama
  6. membangun kesiap siagaan masyarakat untuk menghadapi bencana yang kan datang
  7. data dan analisa resiko serta daerah rawan bencana
2. STRATEGI

> pemberdayaan
  1. peningkatan kemampuan personel
  2. meningkatkan pemahaman masyarakat
  3. pengembangan kemampuan korban untuk pemulihan
> kemitraan
  1. pengerahan, perluasan dan pemantapan jaringan kerja
  2. pemantapan kerjasama
> partisipasi
  1. ber--prakarsa--produktif
  2. terlibat
3. PERAN
Beberapa peran utama TAGANA di lingkungan masing-masing adalah sebagai berikut :
  • Katalisator peningkatan partisipasi masyarakat dalam seluruh kegiatan penanggulangan bencana
  • Mobilisator dan Alokator sumber, baik dari dalam maupun dari luar lingkungan komunitas
  • Mediator antar lembaga penanggulangan bencana, khususnya "Tiga Tungku" penanggulangan bencana di daerah, yaitu SATLAK PBP, Instansi sosial, dan RAPI daerah kabupaten/Kota.
Anggota TAGANA adalah pekerja sosial tingkatan pertama. Pekerja sosial tidak harus lulusan perguruan tinggi atau mempunyai kualifikasi sebagai pekerja sosial profesional. Namun ia di persyaratkan memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus serta dilatih khusus untuk melaksanakan peranan khusus. Dengan demikian yang dimaksud pekerja sosial dalam tulisan ini adalah TAGANA.
Peran umum TAGANA adalah menyiapkan diri di daerah masing-masing untuk menghadapi bencana, baik sebelum,selama,maupun sesudah bencana terjadi.
Arti kata menyiapkan diri disini adalah :
  1. mengembangkan kemampuan diri secara terus menerus sesuai dengan jenis dan karakteristik bencana, antara lain melalui diskusi kelompok, pelatihan,kunjungan studi banding , dll
  2. menggerakkan warga masyarakat agar mengambil langkah langkah terencana, terorganisasi dan terus menerus dalam semua aspek dan proses penanggulangan bencana.
catatan : peran TAGANA hanya akan efektif kalau didukung semua komponen masyarakat.

Peran
TAGANA sebelum bencana :
  • mempelajari dan memahami karakteristik bencana serta pengalaman kejadian bencana di daerah masing masing di masa lalu.
  • menyebarluaskan pemahaman tantang bencana dan penanggulangan bencana kepada semua warga masyarakat melalui pertemuan, anjangsana, penyebaran tulisan (booklet, leaflet),pelatihan dan lain lain.
  • menyusun dan menyempurnakan rencana penanggulangan bencana setempat (semacam PROTAP penanggulangan bencana)yang jelas, mudah dan rinci.
  • menggerakkan warga masyarakat untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan kesiap siagaan dalam rangka pencegahan dan mitigasi (pelunak dampak) bencana,antara lain menentukan rute dan tampat aman untuk pengungsian,pembuatan alat-alat pengamanan diri dan ahrta benda,terutama dokumen,dan lain-lain.
  • menentukan anggota tim inti penanggulangan bencana dan tempat bertemu yang aman (semacam POSKO) bersama dengan pemuka masyarakat lainya pada saat bencana
  • catatan : kegiatan-kegiatan pengembangan kemampuan tersebut harus dilakukan sebelum bencana terjadi.pada saat bencana terjadi, tidak ada lagi waktu untuk memikirkan atau melaksanakan kegiatan pengembangan diri atau masyarakat.

peran TAGANA saat bencana :
  • membahas langkah tanggap darurat sesuai PROTAP penanggulangan bencana yang telah disusun
  • secepatnya memberikan peringatan dini tentang akan terjadinya bencana kepada semua masyarakat melalui alat komunikasi dan transportasi yang ada
  • mengevaluasi warga dari daerah rawan bencana
  • mencari,menyelamatkan dan membantu korban,menghubungi POSKO SATLAK PBP dan lembaga media massa, serta mendata kejadian, kerusakan/kerugian dan kebutuhan awal korban.
  • membantu pengelolaan bantuan tanggap darurat bagi korban sesuai PROTAB PB
  • menyusun rencana awal restorasi dan rehabilitasi pasca bencana
catatan : sebelum melibatkan diri dalam kegiatan tanggap darurat setiap anggota TAGANA harus meyakinkan diri bahwa :
- kondisi fisik dan mental baik
- anggota keluarga/sanak keluarganya dalam keadaan aman dari situasi bencana

peran TAGANA sesudah bencana:
Bersama Tim Inti penanggulangan bencana setempat serta tenaga-tenaga penanggulangan bencana dari luar komunitas (SATLAK,SATKORLAK PBP) dan pakar penanggulangan bencana :
  • mengevaluasi semua tindakan tanggap darurat
  • menyempurnakan dan melaksanakan rencana awal restorasi dan rehabilitasi,ternasuk relokasi penduduk ke daerah aman
  • menyempurnakan dan melaksanakan PROTAB PB untuk tahap pasca bencana
  • memadukan tindakan-tindakan penanggulangan bencana dengan pembangunan daerah setempat
catatan : - kegiatan-kegiatan penanggulangan bencana hendaknya sudah direncanakan
sesudah
drama kejadian mereka.termasuk mengkaji kembali PROTAP
penanggulangan
bencana yang telah disusun
-Semua kejadian rehabilitasi di arahkan pada peningkatan kemampuan warga
masyarakat untuk menghadapi bencana dimasa yang akan datang